1.Bentuk Visualisasi
a) Visualisasi 2DVisusalisasi 2D terbagi atas visualisasi statis (tak bergerak) biasanya dalam bentuk gambar dan visualisasi dinamis (bergerak) biasanya dalam bentuk animasi.
1) Visualisasi Statis
Visualisasi statis adalah visualisasi tak bergerak. Bentuk visual ini biasanya digunakan untuk infografis seperti poster, pamflet, dan flyer. Fungsi dari visualisasi statis adalah sebagai alat komunikasi dalam media cetak yang bersifat statis (non-animasi).
2) Visualisasi Dinamis
Visualisasi dinamis adalah visualisasi berbentuk animasi 2D yang biasa disebut motion graphic dan presentasi video. Visualisasi ini terdapat pada web, videotron, dan iklan televisi. Fungsi visualisasi dinamis lebih ekspresif karena memungkinkan memberikan informasi dengan efek animasi yang lebih baik.
b) Visualisasi 3D
Visualisasi 3D adalah visualisasi animasi dengan menggunakan software pengolah animasi 3D, secara tampilan visual lebih realis dan dapat diberikan cerita sesuai dengan tiruan benda nyata. Visualisasi 3D biasanya berupa animasi yang menceritakan proses kerja.
2.Presentasi Video
Presentasi video adalah cara untuk dapat mengomunikasikan gagasan melalui bentuk video. Presentasi video dapat menampilkan cara kerja sebuah produk, proses dari pekerjaan, atau prose jasa. Dalam mengkomunikasiskan gagasan dalam bentuk video haruslah bersifat sederhana dan mudah dimengerti oleh penerima informasi.
Proses dalam pembuatan presentasi video dimuali dari pencarian idé, pembuatan sinopsis, pembuatan naskah, pengambilan gambar (shooting), dan penyuntingan gambar. Proses ini biasa dinamakan proses praproduksi, proses produksi, dan proses pascaproduksi. Adapun prosesnya terdiri atas pengambilan gambar yang dilakukan dengan kamera video, baik yang terpasang pada telpon genggam atau perkakas elektronik (gadget) lainnya, maupun pada kamera khusus untuk perekam video, termasuk camcorder.
Selain menggunakan perangkat pengambil gambar dengan perkakas elektronik (gadget), Anda juga dapat menggunakan Screen recording, screen recording adalah pengambilan gambar dari layar komputer dengan menggunakan aplikasi rekam layar dan dapat ditambahkan penggunaan lensa yang terpasang pada laptop atau webcam yang sengaja dipasang untuk perekaman gambar.
Setelah mendapatkan hasil rekaman maka gambar akan diedit, disatukan, ditambah (jika ada) dengan teks, audio, dan animasi. Proses penyuntingan akan menggunakan windows movie maker.
Proses dalam pembuatan presentasi video dimuali dari pencarian idé, pembuatan sinopsis, pembuatan naskah, pengambilan gambar (shooting), dan penyuntingan gambar. Proses ini biasa dinamakan proses praproduksi, proses produksi, dan proses pascaproduksi. Adapun prosesnya terdiri atas pengambilan gambar yang dilakukan dengan kamera video, baik yang terpasang pada telpon genggam atau perkakas elektronik (gadget) lainnya, maupun pada kamera khusus untuk perekam video, termasuk camcorder.
Selain menggunakan perangkat pengambil gambar dengan perkakas elektronik (gadget), Anda juga dapat menggunakan Screen recording, screen recording adalah pengambilan gambar dari layar komputer dengan menggunakan aplikasi rekam layar dan dapat ditambahkan penggunaan lensa yang terpasang pada laptop atau webcam yang sengaja dipasang untuk perekaman gambar.
Setelah mendapatkan hasil rekaman maka gambar akan diedit, disatukan, ditambah (jika ada) dengan teks, audio, dan animasi. Proses penyuntingan akan menggunakan windows movie maker.
3.Tahapan Proses Pembuatan Video
a. Pra Produksi (Pre-Production)
Pra Produksi (Preproduction) merupakan tahapan perencanaan, kalau secara umum pra produksi adalah tahapan persiapan sebelum memulai proses produksi (shooting film).
Pada saat kita akan mengerjakan sebuah proyek, kadang kita telah mempunyai stock-shot ataupun materi kita perlukan, nahh..sebaiknya kita lakukan peninjauan ulang file materi yang kita punya dan sesuaikan dengan cerita (naskah / skenario) yang akan kita buat. Artinya apa ? kita harus mengumpulkan semua material, baik berupa footage video, foto, diagram/grafik, gambar ilustrasi ataupun animasi. Tetapi ada kalanya dalam membuat projek harus memulai dari nol, atau tanpa bahan materi sedikitpun.
Inti dari tahap Pra produksi tujuaanya adalah mempersiapkan segala sesuatunya, agar proses produksi dapat berjalan sesuai konsep dan menghasilkan suatu karya video company profile sesuai dengan harapan kita terlebih klien.
Untuk itu kita akan bahas beberapa hal penting dalam tahap Pra Produksi diantaranya meliputi Outline, Menyusun Script atau skenario, membuat Story Board, dan membicarakan Budget atau anggaran biaya.
• Outline
Untuk mempermudah membuat proyek video, maka kita harus membuat sebuah rencana kasar sebagai dasar pelaksanaan. Outline dijabarkan dengan membuat point-point pekerjaan yang berfungsi membantu kita mengidentifikasi material apa saja yang harus dibuat, didapatkan, atau disusun supaya pekerjaan kita dapat berjalan.
Outline dapat disusun klien kita bersama team work atau rekan rekan kerja, agar menghasilkan sebuah visi dan persepsi yang sama tentang langkah pelaksanaan proyek yang akan dibuat.
• Script/Skenario
Script / skenario adalah sebuah naskah cerita yang menguraikan urut-urutan adegan, tempat, keadaan, dan dialog, yang disusun dalam konteks struktur dramatik fungsinya adalah untuk digunakan sebagai petunjuk kerja dalam pembuatan film.
Sebenarnya dengan menggunakan outline saja sudah cukup untuk memulai tahapan pelaksanaan produksi, tetapi dalam berbagai model proyek video, seperti iklan televisi, company profile, sinetron, drama televisi, film cerita dan film animasi tetap memerlukan skenario formal yang berisi dialog, narasi, catatan tentang setting lokasi, action, tata lighting, sudut dan pergerakan kamera, sound atmosfir, dan lain sebagainya.
• Storyboard
Apabila kurang cukup dengan outline dan scenario, maka kita dapat pula menyertakan storyboard dalam rangkaian perencanaan proses produksi kita. Storyboard merupakan coretan gambar/sketsa seperti gambar komik yang menggambarkan kejadian dalam film. Di dalam gambar tersebut juga berisi catatan mengenai adegan, sound, sudut dan pergerakan kamera, dan lain sebagainya. Penggunaan storyboard jelas akan mempermudah pelaksanaan dalam proses produksi nantinya.
• Rencana Anggaran Biaya
Ketika kita sedang mengerjakan projek professional ataupun pribadi, maka sangat dianjurkan untuk merencanakan anggaran biaya produksi. Dalam projek professional, rencana anggaran biaya berguna untuk mengamankan keuangan perusahaan.
Dengan menyusun anggaran biaya yang terencana maka maka prosentase kerugian kita sebagai penyedia jasa pembuatan video company profile akan semakin kecil.
Rencana anggaran biaya meliputi :
Gaji crew atau personil
actor dan talent lainnya (effect specialist, graphics designer, musisi, narrator, dan animal trainers)
biaya sewa lokasi
kostum
property
sewa peralatan
Logistik, dll.
Di dalam naskah video company profile umumnya terdapat narasi naskah berupa penjelasan audio, video dan keterangan scene yang membentuk alur cerita video company profile. Hasil naskah video company profile yang telah dibuat akan dikonfirmasi ulang ke klien, terkait apakah naskah video sudah tepat atau perlu ada revisi.
Jika hasil naskah video company profile terdapat revisi, maka naskah akan dirubah sesuai dengan kesepakatan dan bimbingan team pra produksi dalam hal ini scriptwriter dan storyboard artist. Setelah hasil naskah video company profile disetujui oleh klien, team akan membuat breakdown jadwal shooting, lokasi shooting, casting, property, peralatan dan lain-lain.
Untuk menghasilkan karya video company profile yang yang maksimal sesuai dengan keinginan klien, semua hal yang berkaitan dengan perencanaan produksi akan dipikirkan secara matang dan pada tahap ini bisa saja dilakukan revisi konsep sebelum masuk ke tahap berikut nya yaitu tahap Produksi ataupun Pasca Produksi.
2. Produksi/Production
Produksi adalah tahapan proses pengamabilan gambar atau shooting (mengumpulkan materi video, audio dll). Semua hasil shooting merujuk pada naskah storyboard yang sudah dibuat ditahap pra produksi atau persiapan. Pada tahap produksi ini, team akan mengambil gambar video sesuai dengan naskah video company profile. Proses pengambilan gambar atau shooting ini tak harus sesuai urutan scene/adegan yang ada pada naskah, bisa saja diacak biasanya berdasarkan hal-hal yang mudah mudah dulu untuk diambil gambarnya atau di shooting.
Selama proses produksi berlangsung, perhatian kita akan tertuju pada lighting/pencahayaan, blocking (dimana dan bagaimana aktor atau subyek kita bergerak), dan shooting (bagaimana pergerakan kamera dan dari sudut mana scene kita dilihat).
Pembuatan animasi/motion graphics dapat pula dikategorikan dalam proses produksi, karena bertujuan menghasilkan footage yang nantinya akan disusun dan diedit dalam proses pasca produksi.
Sebaiknya dalam tahap produksi ini, sangat penting untuk mengambil stock gambar yang lebih banyak sebagai upaya pencegahan jikalau kekurangan stock shoot gambar. Karena kalau terjadi kekurangan stock shoot yang kemudian mengharuskan untuk shooting ulang itu adalah sebuah kerugian, dan akan memakan biaya produksi lebih, yang tak kalah penting adalah waktu, pikiran dan tenaga.
3. Pasca Produksi/Post-Production
Merupakan tahap akhir atau penyempurnaan dalam memproses hasil shooting untuk diedit/diolah. Proses editing adalah penyusunan materi yang sudah disiapkan yaitu video dan audio digabungkan menjadi satu video yang utuh yang pastinya sesuai dengan alur cerita atau naskah dengan menggunakan software editing video.
Pengolahan atau editing yang dilakukan meliputi aspek suara, gambar dan alur cerita sesuai naskah video company profile atau profil perusahaan terkait. Secara terperinci tahap pasca produksi adalah sebagai berikut:
Editing offline – voice over – music development (scoring) – audio mixing – online editing
Proses pertama dalam pasca produksi video company profile adalah editing offline. Dalam proses ini hasil gambar di captured/di pindahkan dari media kaset Mini DV/Betacam ke dalam CD lalu diproses melalui komputer. Banyak kamera terbaru yang media penyimpanannya sudah menggunakan HDD atau pun memory, yang memudahkan dalam proses pemindahan dari camera ke komputer karena hanya menggunakan kabel USB.
Pada tahap selanjutnya proses seleksi editing offline dilakukan dengan mencari scene dari take gambar yang bagus untuk di urut sesuai naskah video company profile.
Proses kedua adalah voice over, memasukan instrumen audio ke dalam video company profileuntuk mengisi keterangan gambar dan sebagai narrator untuk penjelasan-penjelasan pesan yang ingin disampaikan. Dalam voice over terbagi atas dua pengisi MVo atau male voice over diisi dengan audio laki-laki dan FVo atau female voice over yang diisi dengan audio perempuan.
Proses ketiga dalam pasca produksi adalah adalah music development/scoring. Scoring adalah instrumen audio pelengkap sebagai musik latar yang menghiasi tampilan video company profile. Scoring dapat diisi dengan full musik (lagu) atau instrumen musik (tanpa suara). Untuk memilih scoring musik pada video company profile diharuskan untuk memperhatikan hak cipta musik yang dipilih. Karena dalam pembuatan scoring menggunakan full musik harus membayarroyalty kepada pencipta dan penyanyi musik tersebut. Sedangkan untuk scoring instrumen lebih kepada kreasi editor.
Proses keempat adalah audio mixing, merupakan proses penggabungan audio langsung dari videocaptured, audio voice over dan audio scoring. Pada tahap ini editor akan memastikan keterangan audio tepat pada scene-scene yang telah dibuat pada naskah video company profile.
Proses kelima adalah editing online, merupakan tahap editing terakhir yang melengkapi penyempurnaan dari proses pasca produksi mulai dari proses editing offline, voice over, audioscoring dan audio mixing. Pada tahap ini editor meracik semua komponen yang telah diproses untuk dijadikan video company profile yang utuh. Di proses terakhir ini pula elemen grafis ditambahkan untuk memoles video company profile agar hasil maksimal pesan tersampaikan.
Dalam proses produksi sebuah video company profie, persiapan matang merupakan faktor penting dalam produksi. Demikian tahapan-tahapan pada proses produksi, semoga dengan pengetahuan dan proses yang terperinci mengenai pembuatan video company profile dapat membantu dan memperjelas langkah-langkah yang akan dilakukan.
Demikian pembahasan tentang 3 Tahapan Penting Membuat Video Comapny Profile. Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar