Selasa, 17 April 2018

Visualisasi Konsep

1.Bentuk Visualisasi 

a) Visualisasi 2D
Visusalisasi 2D terbagi atas visualisasi statis (tak bergerak) biasanya dalam bentuk gambar dan visualisasi dinamis (bergerak) biasanya dalam bentuk animasi.
  1) Visualisasi Statis
  Visualisasi statis adalah visualisasi tak bergerak. Bentuk visual ini biasanya digunakan      untuk infografis seperti poster, pamflet, dan flyer. Fungsi dari visualisasi statis adalah        sebagai alat komunikasi dalam media cetak yang bersifat statis (non-animasi).
  2) Visualisasi Dinamis
  Visualisasi dinamis adalah visualisasi berbentuk animasi 2D yang biasa disebut motion      graphic dan presentasi video. Visualisasi ini terdapat pada web, videotron, dan iklan          televisi. Fungsi visualisasi dinamis lebih ekspresif karena memungkinkan memberikan      informasi dengan efek animasi yang lebih baik.
b) Visualisasi 3D
Visualisasi 3D adalah visualisasi animasi dengan menggunakan software pengolah animasi 3D, secara tampilan visual lebih realis dan dapat diberikan cerita sesuai dengan tiruan benda nyata. Visualisasi 3D biasanya berupa animasi yang menceritakan proses kerja.

2.Presentasi Video

Presentasi video adalah cara untuk dapat mengomunikasikan gagasan melalui bentuk video. Presentasi video dapat menampilkan cara kerja sebuah produk, proses dari pekerjaan, atau prose jasa. Dalam mengkomunikasiskan gagasan dalam bentuk video haruslah bersifat sederhana dan mudah dimengerti oleh penerima informasi.
Proses dalam pembuatan presentasi video dimuali dari pencarian idé, pembuatan sinopsis, pembuatan naskah, pengambilan gambar (shooting), dan penyuntingan gambar. Proses ini biasa dinamakan proses praproduksi, proses produksi, dan proses pascaproduksi. Adapun prosesnya terdiri atas pengambilan gambar yang dilakukan dengan kamera video, baik yang terpasang pada telpon genggam atau perkakas elektronik (gadget) lainnya, maupun pada kamera khusus untuk perekam video, termasuk camcorder.
Selain menggunakan perangkat pengambil gambar dengan perkakas elektronik (gadget), Anda juga dapat menggunakan Screen recording, screen recording adalah pengambilan gambar dari layar komputer dengan menggunakan aplikasi rekam layar dan dapat ditambahkan penggunaan lensa yang terpasang pada laptop atau webcam yang sengaja dipasang untuk perekaman gambar.
Setelah mendapatkan hasil rekaman maka gambar akan diedit, disatukan, ditambah (jika ada) dengan teks, audio, dan animasi. Proses penyuntingan akan menggunakan windows movie maker.

3.Tahapan Proses Pembuatan Video

a. Pra Produksi (Pre-Production)

Pra Produksi (Preproduction) merupakan tahapan perencanaan, kalau secara umum pra produksi adalah tahapan persiapan sebelum memulai proses produksi (shooting film).
Pada saat kita akan mengerjakan sebuah proyek, kadang kita telah mempunyai stock-shot ataupun materi kita perlukan, nahh..sebaiknya kita lakukan peninjauan ulang file materi yang kita punya dan sesuaikan dengan cerita (naskah / skenario) yang akan kita buat. Artinya apa ? kita harus mengumpulkan semua material, baik berupa footage video, foto, diagram/grafik, gambar ilustrasi ataupun animasi. Tetapi ada kalanya dalam membuat projek harus memulai dari nol, atau tanpa bahan materi sedikitpun.
Inti dari tahap Pra produksi tujuaanya adalah mempersiapkan segala sesuatunya, agar proses produksi dapat berjalan sesuai konsep dan menghasilkan suatu karya video company profile sesuai dengan harapan kita terlebih klien.
Untuk itu kita akan bahas beberapa hal penting dalam tahap Pra Produksi diantaranya meliputi Outline, Menyusun Script atau skenario, membuat Story Board, dan membicarakan Budget atau anggaran biaya.

• Outline

Untuk mempermudah membuat proyek video, maka kita harus membuat sebuah rencana kasar sebagai dasar pelaksanaan. Outline dijabarkan dengan membuat point-point pekerjaan yang berfungsi membantu kita mengidentifikasi material apa saja yang harus dibuat, didapatkan, atau disusun supaya pekerjaan kita dapat berjalan.
Outline dapat disusun klien kita bersama team work atau rekan rekan kerja, agar menghasilkan sebuah visi dan persepsi yang sama tentang langkah pelaksanaan proyek yang akan dibuat.

• Script/Skenario

Script / skenario adalah sebuah naskah cerita yang menguraikan urut-urutan adegan, tempat, keadaan, dan dialog, yang disusun dalam konteks struktur dramatik fungsinya adalah untuk digunakan sebagai petunjuk kerja dalam pembuatan film.
Sebenarnya dengan menggunakan outline saja sudah cukup untuk memulai tahapan pelaksanaan produksi, tetapi dalam berbagai model proyek video, seperti iklan televisi, company profile, sinetron, drama televisi, film cerita dan film animasi tetap memerlukan skenario formal yang berisi dialog, narasi, catatan tentang setting lokasi, action, tata lighting, sudut dan pergerakan kamera, sound atmosfir, dan lain sebagainya.

• Storyboard

Apabila kurang cukup dengan outline dan scenario, maka kita dapat pula menyertakan storyboard dalam rangkaian perencanaan proses produksi kita. Storyboard merupakan coretan gambar/sketsa seperti gambar komik yang menggambarkan kejadian dalam film. Di dalam gambar tersebut juga berisi catatan mengenai adegan, sound, sudut dan pergerakan kamera, dan lain sebagainya. Penggunaan storyboard jelas akan mempermudah pelaksanaan dalam proses produksi nantinya.

• Rencana Anggaran Biaya

Ketika kita sedang mengerjakan projek professional ataupun pribadi, maka sangat dianjurkan untuk merencanakan anggaran biaya produksi. Dalam projek professional, rencana anggaran biaya berguna untuk mengamankan keuangan perusahaan.
Dengan menyusun anggaran biaya yang terencana maka maka prosentase kerugian kita sebagai penyedia jasa pembuatan video company profile akan semakin kecil.
Rencana anggaran biaya meliputi :
Gaji crew atau personil
actor dan talent lainnya (effect specialist, graphics designer, musisi, narrator, dan animal trainers)
biaya sewa lokasi
kostum
property
sewa peralatan
Logistik, dll.
 Di dalam naskah video company profile umumnya terdapat narasi naskah berupa penjelasan audio, video dan keterangan scene yang membentuk alur cerita video company profile. Hasil naskah video company profile yang telah dibuat akan dikonfirmasi ulang ke klien, terkait apakah naskah video sudah tepat atau perlu ada revisi.
Jika hasil naskah video company profile terdapat revisi, maka naskah akan dirubah sesuai dengan kesepakatan dan bimbingan team pra produksi dalam hal ini scriptwriter dan storyboard artist. Setelah hasil naskah video company profile disetujui oleh klien, team akan membuat breakdown  jadwal shooting, lokasi shooting, casting, property, peralatan dan lain-lain.
Untuk menghasilkan karya video company profile yang yang maksimal sesuai dengan keinginan klien, semua hal yang berkaitan dengan perencanaan produksi akan dipikirkan secara matang dan pada tahap ini bisa saja dilakukan revisi konsep sebelum masuk ke tahap berikut nya yaitu tahap Produksi ataupun Pasca Produksi.

2. Produksi/Production

Produksi adalah tahapan proses pengamabilan gambar atau shooting (mengumpulkan materi video, audio dll). Semua hasil shooting merujuk pada naskah storyboard yang sudah dibuat ditahap pra produksi atau persiapan. Pada tahap produksi ini, team akan mengambil gambar video sesuai dengan naskah video company profile. Proses pengambilan gambar atau shooting ini tak harus sesuai urutan scene/adegan yang ada pada naskah, bisa saja diacak biasanya berdasarkan hal-hal yang mudah mudah dulu untuk diambil gambarnya atau di shooting.
Selama proses produksi berlangsung, perhatian kita akan tertuju pada lighting/pencahayaan, blocking (dimana dan bagaimana aktor atau subyek kita bergerak), dan shooting (bagaimana pergerakan kamera dan dari sudut mana scene kita dilihat).
Pembuatan animasi/motion graphics dapat pula dikategorikan dalam proses produksi, karena bertujuan menghasilkan footage yang nantinya akan disusun dan diedit dalam proses pasca produksi.
Sebaiknya dalam tahap produksi ini, sangat penting untuk mengambil stock gambar yang lebih banyak sebagai upaya pencegahan jikalau kekurangan stock shoot gambar. Karena kalau terjadi kekurangan stock shoot yang kemudian mengharuskan untuk shooting ulang itu adalah sebuah kerugian, dan akan memakan biaya produksi lebih, yang tak kalah penting adalah waktu, pikiran dan tenaga.

3. Pasca Produksi/Post-Production

Merupakan tahap akhir atau penyempurnaan dalam memproses hasil shooting untuk diedit/diolah. Proses editing adalah penyusunan materi yang sudah disiapkan yaitu video dan audio digabungkan menjadi satu video yang utuh yang pastinya sesuai dengan alur cerita atau naskah dengan menggunakan software editing video.
Pengolahan atau editing yang dilakukan meliputi aspek suara, gambar dan alur cerita sesuai naskah video company profile atau profil perusahaan terkait. Secara terperinci tahap pasca produksi adalah sebagai berikut:
Editing offline – voice over – music development (scoring) – audio mixing – online editing
Proses pertama dalam pasca produksi video company profile adalah editing offline. Dalam proses ini hasil gambar di captured/di pindahkan dari media kaset Mini DV/Betacam ke dalam CD lalu diproses melalui komputer. Banyak kamera terbaru yang media penyimpanannya sudah menggunakan HDD atau pun memory, yang memudahkan dalam proses pemindahan dari camera ke komputer karena hanya menggunakan kabel USB.
Pada tahap selanjutnya proses seleksi editing offline dilakukan dengan mencari scene dari take gambar yang bagus untuk di urut sesuai naskah video company profile.
Proses kedua adalah voice over, memasukan instrumen audio ke dalam video company profileuntuk mengisi keterangan gambar dan sebagai narrator untuk penjelasan-penjelasan pesan yang ingin disampaikan. Dalam voice over terbagi atas dua pengisi MVo atau male voice over diisi dengan audio laki-laki dan FVo atau female voice over yang diisi dengan audio perempuan.
Proses ketiga dalam pasca produksi adalah adalah music development/scoring. Scoring adalah instrumen audio pelengkap sebagai musik latar yang menghiasi tampilan video company profile. Scoring dapat diisi dengan full musik (lagu) atau instrumen musik (tanpa suara). Untuk memilih scoring musik pada video company profile diharuskan untuk memperhatikan hak cipta  musik yang dipilih. Karena dalam pembuatan scoring menggunakan full musik harus membayarroyalty kepada pencipta dan penyanyi musik tersebut. Sedangkan untuk scoring instrumen lebih kepada kreasi editor.
Proses keempat adalah audio mixing, merupakan proses penggabungan audio langsung dari videocaptured, audio voice over dan audio scoring. Pada tahap ini editor akan memastikan keterangan audio tepat pada scene-scene yang telah dibuat pada naskah video company profile.
Proses kelima adalah editing online, merupakan tahap editing terakhir yang melengkapi penyempurnaan dari proses pasca produksi mulai dari proses editing offline, voice over, audioscoring dan audio mixing. Pada tahap ini editor meracik semua komponen yang telah diproses untuk dijadikan video company profile yang utuh. Di proses terakhir ini pula elemen grafis ditambahkan untuk memoles video company profile agar hasil maksimal pesan tersampaikan.
Dalam proses produksi sebuah video company profie, persiapan matang merupakan faktor penting dalam produksi. Demikian tahapan-tahapan pada proses produksi, semoga dengan pengetahuan dan proses yang terperinci mengenai pembuatan video company profile dapat membantu dan memperjelas langkah-langkah yang akan dilakukan.
Demikian pembahasan tentang 3 Tahapan Penting Membuat Video Comapny Profile. Semoga bermanfaat.


Selasa, 06 Februari 2018

Komunikasi & Kolaborasi Dalam Jaringan


1.Pengertian Komunikasi
    Komunikasi adalah "suatu proses di mana seseorang atau beberapa orang, kelompokorganisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain".Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisanatau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu.Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.

2.Jenis Komunikasi

  a. Komunikasi intrapribadi
Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) adalah komunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. Misalnya berpikir.

Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. (Muhammad, 2005,p.158-159).
Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Effendy,2003, p. 30).
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya (Mulyana, 2000, p. 73)

Menurut Effendi, pada hakekatnya komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar komunikator dengan komunikan, komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung, komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif, berhasil atau tidaknya. Jika ia dapat memberikan kesempatan pada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya (Sunarto, 2003, p. 13).

Klasifikasi Komunikasi Interpersonal
Redding yang dikutip Muhammad (2004, p. 159-160) mengembangkan klasifikasi komunikasi interpersonal menjadi interaksi intim, percakapan sosial, interogasi atau pemeriksaan dan wawancara.
  • Interaksi intim termasuk komunikasi di antara teman baik, anggota famili, dan orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional yang kuat.
  • Percakapan sosial adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang secara sederhana. Tipe komunikasi tatap muka penting bagi pengembangan hubungan informal dalam organisasi. Misalnya dua orang atau lebih bersama-sama dan berbicara tentang perhatian, minat di luar organisasi seperti isu politik, teknologi dan lain sebagainya.
  • Interogasi atau pemeriksaan adalah interaksi antara seseorang yang ada dalam kontrol, yang meminta atau bahkan menuntut informasi dari yang lain. Misalnya seorang karyawan dituduh mengambil barang-barang organisasi maka atasannya akan menginterogasinya untuk mengetahui kebenarannya.
  • Wawancara adalah salah satu bentuk komunikasi interpersonal di mana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya jawab. Misalnya atasan yang mewawancarai bawahannya untuk mencari informasi mengenai suatu pekerjaannya.

b. Komunikasi antarpribadi
Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan respon verbal maupun nonverbal berlangsung secara langsung. Bentuk khusus komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang hanya melibatkan dua individu, misalnya suami-istri, dua sejawat, guru-murid. Ciri-ciri komunikasi diadik adalah pihak-pihak yang berkomunikasi berada dalam jarak yang dekat; pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerima pesan secara langsung dan simultan.
penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara self dengan God. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun obyek. 
Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; berdo'a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif .
Pemahaman diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan perubahan yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita, tetapi prilaku kita selama ini memainkan peranan penting bagaimana kita membangun pemahaman diri pribadi ini 
Kesadaran pribadi (self awareness) memiliki beberapa elemen yang mengacu pada identitas spesifik dari individu (Fisher 1987:134). Elemen dari kesadaran diri adalah konsep diri, proses menghargai diri sendiri (self esteem), dan identitas diri kita yang berbeda beda (multiple selves).
c. Komunikasi kelompok (kecil)
Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang (small-group communication). Kelompok sendiri merupakan sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, saling mengenal satu sama lain, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Komunikasi antarpribadi berlaku dalam komunikasi kelompok.
d. Komunikasi publik
Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi publik meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain. Ciri-ciri komunikasi publik adalah: berlangsung lebih formal; menuntut persiapan pesan yang cermat, menuntut kemampuan menghadapi sejumlah besar orang; komunikasi cenderung pasif; terjadi di tempat umum yang dihadiri sejumlah orang; merupakan peristiwa yang direncanakan; dan ada orang-orang yang ditunjuk secara khusus melakukan fungsi-fungsi tertentu.
e. Komunikasi organisasi
Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok. Komunikasi organisasi juga melibatkan komunikasi diadik, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi publik tergantung kebutuhan.

f. Komunikasi massa
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang menggunakan media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan-pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas.
3.Kewargaan Digital (Digital Citizenship)

Ada 9 komponen kewargaan digital, yang dibagi menjadi 3 kategori.


a.    Lingkungan Belajar dan Akademis

Komponen 1.  Akses Digital --> Setiap orang punya hak untuk memakai fasilitas TIK, tapi tidak setiap orang punya kesempatan yang sama untuk mengakses teknologi.

Komponen 2.  Komunikasi Digital --> Setiap warga digital diharapkan mengetahui jenis-jenis komunikasi, dan mengetahui kelebihan dan kekurangan komunikasi-komunikasi tersebut.

Komponen 3.  Literasi Digital --> Proses belajar mengajar mengenai teknologi dan pemanfaatan teknologi.


b.    Lingkungan Sekolah dan Tingkah Laku

Komponen 4. Hak Digital --> Setiap warga digital mempunyai hak privasi, kebebasan berbicara, dan lain-lain. Setiap warga digital juga punya kewajiban yang harus terpenuhi, membantu pemanfaatan teknologi, mengikuti aturan yang berlaku.

Komponen 5. Etiket Digital --> Dibuat dengan tujuan menjaga perasaan dan kenyamanan user lainnya.

Komponen 6. Keamanan Digital --> Warga digital harus hati-hati menjaga informasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab.


c.    Kehidupan Anda di Luar Lingkungan Sekolah

Komponen 7. Hukum Digital --> Mengatur etiket penggunaan teknologi dalam masyarakat.

Komponen 8. Transaksi Digital --> Dalam jual-beli online, penjual dan pembeli harus menyadari resiko dan keuntungan jual-beli online.

Komponen 9. Kesehatan Digital --> Dibalik manfaat teknologi digital, ada beberapa hal yang bisa mengancam kesehatan (baik fisik maupun mental). Untuk mencegahnya, kita harus menyadari bahaya yang dapat ditimbulkan teknologi digital.